| Mobile| RSS

Hukum Membuka Aib Orang Lain

Dosa Membicarakan Kejelekan Orang Lain

Menjalankan puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga semata. Selain menahan syahwat, marah, syakwasangka dan hal-hal tercela lainnya, ada juga kebiasaaan membicarakan atau membuka aib orang lain yang kadang sulit dihindarkan. Tidak sedikit mereka yang menjalankan puasa pun dengan sengaja menggunjing kekurangan orang lain.

Bahkan diantara umat Islam sendiri masih sering saling memperolokkan sesama muslim lainnya. Ketika orang lain melakukan kesalahan biasanya orang yang tidak bersalah merasa suci dan bersorak atas kesalahan dan kelemahan itu. Kemudian mereka menyebarkan kesalahan-kesalahan itu kepada khayalak. Nau'dzubillah. Padahal tidak ada manusia satu pun yang belum pernah salah.

Menurut penceramah kajian tafsir Al Qur'an Masjid Raudhatul Jannah Bengkong Baru, Ustad Muhith Marzuqi SPDi menjelaskan membuka aib orang lain merupakan perbuatan yang sangat keji. Selain tercela, perbuatan itu merupakan dosa besar. Rasulullah bersabda: Siapa yang menutupi aib seorang muslim maka akan ditutupi aibnya di dunia dan di akhirat (HR Ibnu Majah Juz II/79, shahih).

"Siapa yang mengajak kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan siapa yang mengajak kesesatan maka baginya dosa seperti dosa yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun, HR Muslim 2674," papar Ustad Muhith Marzuqi menyebutkan hadis dari shahih Muslim.

Ustad Muhith pun menjelaskan firman Allah yang artinya: Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shodaqoh atau berbuat ma`ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia (QS An Nisa: 114).

Bahkan Nabi Muhammad juga mewanti-wanti kepada umat muslim untuk menutupi rahasia (kejelekan) sudara muslim lainnya. Dalam sabda Rasulullah disebutkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang artinya: "Tahukah kamu apakah ghibah atau menceritakan aib orang lain itu? Maka para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan: Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci? Maka ada sebagian sahabat yang bertanya: Beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya? Beliau nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta padanya (HR Muslim).

Dari penjelasan di atas telah banyak larangan-larangan yang bersumber kepada Al Qur'an dan As Sunnah tentang membuka aib orang lain. Dan secara psikologis, membuka dan membicarakan aib orang lain merupakan gangguan kepribadian yang harus segera di obati. Sebab jika tidak segera di atasi maka akan memunculkan penyakit hati dan berujung kepada kekufuran.

"Lebih baik kita meluruskan niat dan mengoreksi ibadah kita sendiri. Ambil cermin dan lihatlah kesalahan dan kelemahan kita. Sudah banyak Allah menutupi kesalahan-kesalahan kita, tidak terhitung betapa kasih dan rahmat Allah kepada kita sehingga keburukan-keburukan kita dilindungi-Nya," tandasnya.

Momentum Ramadan ini merupakan medan pertempuran untuk melawan nafsu-nafsu yang ada di dalam diri manusia. Artinya selama setahun berlalu umat muslim juga telah menjalankan puasa Ramadan sebelumnya. Namun Ramadan yang sudah dilewati dari masa ke masa apakah sudah membawa perubahan dan pencerahan? Hanya diri sendiri yang bisa menilai dan mengukurnya.

Allah juga berfirman di dalam surat Al Hujurat ayat 12 yang artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.

Memang pada kenyataannya untuk mencegah perbuatan dan sifat tercela sangat berat godaannya. Tetapi Allah sudah memberikan akal untuk memilih, yang paling penting niat dan ikhtiar merupakan hal yang wajib. Maka dari itu, apabila ada saudara muslim disekeliling yang suka menceritakan kejelekan, maka kewajiban kita mengingatkan dan mencegahnya.

"Saudaraku seiman, kita ini manusia yang lemah. Tidak ada manusia yang hidup tanpa salah dan dosa. Bahkan kita wajib memimiliki dosa. Maka dari itu, jadilah kita hamba-hamba Allah yang saling mengingatkan dan memaafkan kesalahan orang lain, bukan menjadi hakim atas kesalahan dan aib orang lain," imbuh Ustad Muhith Marzuqi.

Rasulullah bersabda: Dari Anas radhiyallahu, ketika aku (Rasulullah) dinaikkan (mi'raj), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan, mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku (Rasulullah) berkata: Siapa mereka itu, wahai Jibril? Maka Jibril pun menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka" (HR Abu Daud).

Dari penjelasan hadis di atas, maksudnya haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan dalam syariat. Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar dikalangan kaum muslimin. Dan mereka menganggap remeh permasalahan ini sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi dihadapan mereka.

Ghibah atau membicarakan kejelekan atau keburukan orang lain. Dan hal ini penyebab terjadinya permusuhan antara kaum muslimin dan merusak persaudaraan di antara mereka. Karena buruknya perbuatan ghibah ini Allah Ta'ala mengumpamakan orang yang berbuat ghibah dengan orang yang makan daging saudaranya dalam keadaan mati. Sangsi baginya bahwa dia di alam barzakh (alam antara kehidupan dan hari kiamat), mereka mencabik-cabik muka dan dadanya sendiri.

"Perbuatan ghibah termasuk dosa besar. Kemudian menyebut orang lain dengan sesuatu yang dia benci adalah termasuk ghibah yang haram dilakukan, walaupun hal itu benar-benar ada pada orang tersebut. Selain itu haramnya mendengarkan ghibah, karena orang yang mendengarkan telah membantu saudaranya untuk ghibah dan ridha dengan ghibah tersebut. Kita sebagai muslim wajibnya mengingkari orang yang berbuat ghibah dan melarangnya dari perbuatan tersebut, sebab sangat pedih sangsi bagi orang yang berbuat ghibah di alam barzakh nanti. Keutamaan melindungi kehormatan seorang muslim, maka Allah akan memelihara mukanya dari api neraka pada hari kiamat," tutupnya.

| posted in | 0 comments [ More ]

Hemat Ratusan Juta untuk Sekolah ke Luar Negeri

25 Siswa Hanafilia Akan Ikuti O'Level di Singapura
* Terobosan untuk Menghemat Pendidikan Hingga Ratusan Juta

BATAM, TRIBUN - Siswa yang sudah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) boleh berbahagia. Mereka yang bercita-cita melanjutkan sekolah ke luar negeri tidak usah pusing. Pasalnya pusat studi dan konsultan pendidikan ke luar negeri, Hanna Filia menghadirkan Overseas Services for General Certificate of Education (GCE) O'Level.

Menurut Education Consultant Hanna Filia, Ruslan Lin menyebutkan program ini merupakan terobosan baru guna merekrut pelajar dari Batam dan Kepri yang bermimpi belajar ke luar negeri. Sebab tidak hanya studi ke Singapura, Malaysia, dan China saja. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan seluruh sekolah atau universitas yang berada di dunia.

"GCE O'Level ini adalah program spektakuler kami. Ini merupakan kerjasama antara Hanna Filia dengan Dimensions International College Singapura. Dengan memiliki sertifikat O'Level sangat membantu mereka yang akan melanjutkan pendidikan politeknik di Singapura," papar Ruslan Lin kepada Tribun.

Dengan mengikuti program O'Level, siswa yang masih bersekolah kelas tiga SMP cukup mengikuti O'Level di Hanna Filia selama 14 bulan. Lalu mereka bisa langsung melanjutkan ke Dimensions International College selama 10 bulan. Sedangkan mereka yang sudah lulus SMP cukup menyediakan waktu selama 5 bulan mengikuti O'Level di Hanna Filia Batam.

"Program ini sangat bagus, sebab bisa menekan biaya sampai ratusan juta dan menghemat usia pelajar. Saat ini kita hanya membatasi 25 siswa yang ingin belajar ke Dimensions, dan rencananya kita akan berangkatkan pada Oktober 2011 nanti. Kalau mereka ingin mendaftar ke sini, mereka harus melalui seleksi yang sangat ketat," tegas Ruslan Lin.

Bagi siswa yang masih sekolah, mereka akan belajar selama 3 jam setiap harinya selama 10 bulan. Mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB. Sedangkan siswa yang sudah lulus, cukup belajar sehari selama 6 jam mulai 09.00 - 12.00 WIB dan 18.00 - 21.00 WIB. Pelajaran dimulai dari Senin hingga Jumat. Sebelum mengikuti program O'Level, calon peserta akan diuji dengan berbagai macam tes, salah satunya tes grammar in english.

Kerjasama Hanna Filia dan Dimensions akan mempermudah untuk kuliah di luar negeri. Selain itu memberikan peluang bagi siswa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Singapura. Selepas studi di Dimensions, mereka mendapatkan sertifikat General Cambridge Education (GCE) O Level. Dengan sertifikat ini, siswa dimudahkan masuk ke berbagai universitas atau politeknik yang diinginkan.

"Dimensions International College GCE merupakan salah satu lembaga pelatihan yang diakui oleh pemerintah Singapura. Maka lulusan lembaga pendidikan ini berpeluang mendapatkan beasiswa hingga 80 persen dari pemerintah Singapura," tutupnya. (tribunbatam/tia)

Komplek Nagoya Newtown C 16-17
Batam Kepulauan Riau Indonesia
Telepon: 0778-426551
http://www.hannafilia.co.id/

| posted in | 0 comments [ More ]

The Sisters Akan Bakar Seventh Heaven Pub

Tersedia Seratus Vocer Makan Gratis Bersama Mereka

Masyarakat Batam patut bersukacita. Pesinetron kondang asal Jakarta, Shireen Sungkar dan Zhaskia Sungkar (The Sisters) akan tampil dihadapan pecintanya. Selain melakukan jumpa fans di Mitra Mal Batuaji dan BCS Mal, mereka juga akan memanaskan suasana Seventh Heaven Pub Sei Panas dan perjamuan makan siang bersama para idolanya.

Direktur Operasional Batam Film Promotion, Yelfian saat melakukan jumpa pers di Mitra Mall Batuaji kemarin mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan acaranya 90 persen. Begitu juga dengan manajemen Mitra Mall dan BCS Mall telah siap sedia memfasilitasi kegiatan tersebut. Selain itu, pengawalan untuk keamanan artis pun juga telah disiapkan.

"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Batam dan Kepri atas penundaan kedatangan The Sisters beberapa waktu lalu. Tetapi insya allah kita sudah melakukan persiapan dengan tim untuk menjadwalkan kedatangan mereka Sabtu, 26 Juni 2010 mendatang," ujar Yelfian.

Manajer Operasional Mitra Mall Batuaji, Ir Siswanto Lioe MT menjelaskan saat konferensi pers bahwa pihaknya sebagai penyedia tempat acara juga telah siap hampir 90 persen. Meski hingga sekarang sedang dilakukan penyetingan tempat dan persiapan hal-hal lain untuk menjamu kedatangan artis papan atas ini.

"Kita sudah siap dan saat ini sedang melakukan penyetingan tempat untuk hari H-nya nanti. Begitu juga dengan masalah pengamanan juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Siswanto Lioe bersemangat.

Acara yang dimotori oleh Batam Film Promotion ini sebelumnya menjadwalkan kedatangan The Sisters tanggal 30 Mei 2010 kemarin. Namun karena beberapa waktu lalu sedang diadakan pemilukada, maka agenda tersebut ditunda. Namun, event organizer yang memotori acara ini berjanji tidak akan mengecewakan masyarakat untuk kedua kalinya.

Menurut Yelfian, The Sisters akan tiba Batam Sabtu 26 Juni 2010 mendatang. Mereka akan melakukan jumpa fans di Mitra Mall dan selanjutnya menyapa pecintanya di BCS Mall mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB. Untuk acara makan malam (dinner) akan dilangsungkan di Mitra Mall mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.

Dalam kunjungan dua hari di Batam, The Sisters juga akan datang bersama New Cinema Production Jakarta dan akan melakukan penjaringan (casting) calon pemain film layar lebar. Film yang akan di sutradarai Kamel Marvin ini berjudul Aku Bukan Cindaku, dan 90 persen lokasi syuting akan dilakukan di Batam.

Yelfian berharap masyarakat Batam bisa terjaring menjadi artis melalui casting di Hotel PIH pada Minggu 27 Juni 2010 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Untuk casting ini akan dipilih pemain mulai dari usia 7 sampai 50 tahun. Sedangkan pendaftaram casting ditutup Jumat, (25/6) dan tidak dipungut biaya (gratis). Ia mengimbau seluruh warga yang berpotensi bisa ikut berpartisipasi.

"Untuk informasi lanjut silakan datang ke sekretariat di Perum Hang Kesturi Blok E No 2 Legenda Malaka Batam Centre, telepon 0778-7879625," tutupnya. (tribun batam/tia)

| posted in | 0 comments [ More ]

Simpang Rujak, Ikon Wisata Batam

Tidak banyak yang tahu bagaimana para pejual rujak bisa ramai di tepi jalan tersebut. Padahal ruas jalan itu merupakan jalur cepat dan padat. Tidak heran, saat sore kawasan tersebut jadi macet karena pembeli terpaksa parkir kendaraan di tepi jalan.

Pantauan MBC News, Senin (5/10), puluhan gerobak berisi aneka buah-buahan berjajar rapi. Warga Batam lebih akrab menamai tempat ini dengan sebutan Simpang Rujak.

Tempat yang strategis di tepi jalan ini sering dikunjungi oleh warga. Selain rasa rujaknya yang nikmat, warga juga bisa menikmati pemandangan Batam dari tepi jalan yang berada di atas bukit Seraya tersebut.

Menurut pengakuan dari para pedagang rujak, Mas Kuncung nerupakan orang pertama yang menjual rujak di kawasan tersebut. Tempat gerobaknya di bagian ujung paling depan.

Awal ceritanya, ia bersama adiknya berjualan rujak dan es dawet. Kuncung memulai berjualan sejak tahun 1993 sampai sekarang. Atas dasar tersebut, ia dipercayakan oleh pedagang rujak di sana menjadi Ketua Persatuan Simpang Rujak (PSR).

Meski menjadi tempat wisata rakyat yang murah meriah, kawasan ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Kawasan Simpang Rujak ini terkesan dibiarkan tumbuh sendiri. Padahal kalau dikelola dengan baik tentu bisa menggerakkan perekonomian masyarakat dan bisa dijual sebagai obyek wisata

yang unik pada wisatawan lokal dan mancanegara.
Menurut seorang pengunjung, pemerintah sebaiknya menata kawasan tersebut dengan memperluas area penjual rujak berdagang. Lalu, disediakan tempat parkir sehingga ruas jalan tersebut tidak macet.
Seorang penjual rujak mengaku tidak digusur saja mereka bersyukur. Para pedagang di sini mengaku belum ada rencana pemerintah yang disampaikan kepada mereka untuk menata tempat mereka berjualan.

Padahal setiap harinya mereka membayar retribusi sampah Rp 1.000. Pedagang rujak seperti Eko mengaku rata-rata ia hanya mendapatkan Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu setia harinya.
Jika mendapat pesanan pernikahan, tentu hasilnya bisa lebih dari satu juta rupiah. Selama lima tahun berdagang, ia pernah mendapatkan pesanan 750 bungkus rujak.

Saat ini ia juga mengharapkan adalah pemerintah bisa menurunkan harga gula. Menurutnya, di pasar ada dua jenis gula yang beredar. Jenis gula hitam dan kuning. Untuk sambal rujak yang baik, sangat bagus menggunakan gula kuning. Jika memakai gula hitam, sambalnya agak keruh dan kurang lezat.

Setiap hari Eko menghabiskan gula lebih kurang 4-5 kilogram. “Dengan harga rujak Rp 6 ribu per porsi, labanya cuma seribu rupiah saja,” kata Eko.

“Pados bathi setunggal ewu mawon awerat Mas, menopo malih badhe nginggahke regi awis, mangkeh palah boten pajeng rujakke. (Mencari laba Rp 1.000 saja berat Mas, apalagi menaikkan harga yang lebih mahal, nanti rujaknya jadi tidak laku,” ujar Eko dalam bahasa Jawa.

Rujak yang dijual terbuat dari aneka jenis buah seperti nanas, bengkuang, jambu air, apel, kedondong, dan lain-lain. Dengan harga cukup terjangkau, pembeli bisa menikmati rujak di bawah rimbunan pepohonan dan semilirnya angin perbukitan.

Biasanya para penjual rujak ini memulai usahanya dari pukul 11.00 WIB sampai malam. Terkadang beberapa penjual berjualan sampai pukul 23.00 WIB.

Setelah menikmati rujak dengan rasa pedas, asam, manis, dan gurih, tersedia juga berbagai jenis minuman softdrink seperti minuman botol, teh botol, dan lain-lain. Ada juga es campur atau kelapa muda yang bisa membuat tenggorokan Anda segar dan rileks.

Simpang Rujak yang sudah hampir berdiri selama kurang lebih 16 tahun silam menjadikan ikon yang menarik untuk wisata kuliner. Selain memiliki ciri khas dan unik, tempat ini tidak bisa tergantikan. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Kisah Sukses Pemilik SSS

Awalnya, pria kelahiran Bengkulu 7 Juli 1968 itu bukan seorang pengusaha. Ia pernah bekerja sebagai penyedia barang perusahaan Bakrie Brothers.

Karirnya sempat bagus namun kemudian banyak tuntutan pekerjaan yang dianggap di luar kesanggupannya. Tahun 1995 ia mengundurkan diri dan memulai bisnis supplier kulit di Bali.

Usaha dari suami Hj Yulia Kartika Sari sempat meraih kejayaan. Dalam 11 tahun ia mampu mencapai omzet miliaran rupiah. Namun tragedi bom Bali 12 Oktober 2002, membuat usahanya gulung tikar.

“Apa yang terjadi pada diri kita merupakan takdir yang menjadi rahasia Allah. Kita harus terima dengan pasrah dengan rasa iman dan tauhid yang benar,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat ini ia benar-benar terpuruk sampai harus menggunakan sepeda motor karena tak mampu membayar kredit mobil. Ia sempat menjual dua unit televisi senilai Rp 1 juta untuk biaya hidup dan keperluannya.

Sengsara mendatangkan hikmah. Dalam keadaan serba susah itulah muncul ide menyulap garasi rumahnya menjadi sebuah warung.

Namun itu tidak berjalan mulus. Pernah suatu hari anaknya menangis minta dibelikan es krim seharga Rp 1.500, namun ia tidak mampu membelinya karena tak punya uang sama sekali.

Akhirnya ia mengadu kepada kakaknya. Sang kakak yang terenyuh akhirnya memberikan sedikit uang dan satu unit handphone. Edy pun sangat bahagia karena bisa pulang membelikan es krim untuk anaknya.

Dari handphone itu juga ia mulai bangkit kembali. Ia mengirimkan pengumuman di koran melalui pesan pendek atau SMS bahwa ia membutuhkan supplier. Esok harinya, ada seorang supplier pakaian menghubunginya dan memintanya untuk menjualkan pakaian-pakaian miliknya.

Namun ia tidak bertahan lama. Mulailah Edy bergabung dengan bisnis orangtuanya sebagai pemasok barang-barang ke Singapura, sekaligus sebagai penagih hasil penjualan.

Dengan seringnya bolak-balik ke Singapura, ia mulai tertarik dengan Batam. Pernah sekali ia melihat situasi dan kondisi perekonomian di Batam. Setelah meminta pandangan dan nasihat dari orangtuanya, tahun 2005 Edy memutuskan untuk hijrah ke Batam.

Awalnya kondisi tidak begitu bagus. Semua barang yang ia bawa dari Bandung kemudian ia jual. Setelah dipotong ongkos dan lain-lain, sisa uangnya tinggal Rp 2 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk mengontrak rumah di sekitar Sei Panas. Namun ia sempat memiliki hutang kos sebulan.

“Itulah saat yang paling pahit bagi kami. Saya tidak punya kasur sehingga anak-anak harus tidur di lantai beralaskan baju-baju yang saya masukkan ke dalam sarung. Tidak ada air minum dan makanan karena kami tidak memiliki kompor untuk memasak,” kenangnya lirih. Namun saat itu pula ia membuang jauh-jauh perasaan ego dan malu. Ia berniat bekerja asalkan halal.

Saat pergi ke Tanjung Sengkuang, ia berkenalan dengan Pak Daeng, seorang pemilik toko perabotan seken. Dari perkenalan itu, Pak Daeng menyuruhnya membawa dua buah kasur tanpa harus memikirkan pembayarannya. Kasur inilah yang membuat anak-anaknya tidak tidur di lantai lagi.

Selama di Batam Edy mencoba berwirausaha. Mulai dari jualan gorengan di depan kantor imigrasi Batam, dan membantu seorang calo untuk menulis berkas-berkas pembuatan paspor. Setiap satu berkas ia mendapat honor Rp 15 ribu. Begitu juga dengan temannya yang memberikan satu kardus mie instan untuk ia dan keluarganya makan. Sehingga makanan favorit keluarganya mie instan.

Dari hasil uang itu, ia mengumpulkan dan sedikit demi sedikit untuk menyewa sebuah kios di DC Mall. Kios tersebut ia isi dengan baju-baju muslim untuk anak-anak. Setelah baju terjual, usahanya tidak ia teruskan lagi, sebab labanya sudah ia gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Ia beralih ke usaha makanan. Namun ia dikomplain oleh pengelola karena tempat tersebut bukanlah untuk usaha jual beli makanan. Kemudian seorang teman mengajak membuka warung makan di Batam Centre. Lalu ia membangun dengan memberikan nama Saung Sunda Sawargi.

Di tempat usahanya yang lama banyak kenangan, dari situlah ia juga mendapatkan kepuasan batin. Di tempat tersebut, ia mulai berkenalan dengan orang-orang hebat, seperti pengusaha, pejabat, dan artis.

Inilah perjalanan hidup Edy, kemarin ia bekerja dengan orang lain saat ini ia berusaha sendiri. Menurut Edy, hidup ini harus diserahkan sama Allah. Terus terang ia mengatakan kalau tidak ada anak-anak dan isteri mungkin ia tidak sanggup menghadapi cobaan ini.

Dengan usaha saat ini, Edy sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Ia sudah bisa mengendarai mobil dan membeli rumah sendiri di perumahan mewah Centre Point Batam Centre.

Saat ini usaha restorannya memiliki dua cabang yaitu di Seraya dan Pelita. Konsep usahanya pun menawarkan makanan khas sunda. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Bahaya Pengharum Ruangan

Tak semua pengharum ruangan ternyata aman bagi kesehatan. Ada yang bisa membuat pusing, mual, hingga muntah. Bahkan pewangi tertentu bisa mengganggu pertumbuhan janin!

Pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf. Demikian dikemukakan Dr. rer. Nat. Budiawan dari Puska RKL (Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan).

Contohnya, pingsan dan gangguan sistem pernapasan. Begitu juga jika kontak dengan kulit. Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis. Meskipun komponen zat kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa berbeda-beda tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.

Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel dan ada juga yang semprot. Sementara penggunaannya, ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.

Menurut Budiawan, bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis/bentuknya maupun pewangi dan komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor pengaruh lain, seperti jalur paparannya. Dari segi bentuk, sediaan yang mudah menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian kontak yang terjadi melalui kulit pun bukan tak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki tubuh.

Asal tahu saja, di pasaran ada 2 jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan berbahan dasar minyak. Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulah mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan pewangi berbahan dasar minyak. Memang, pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Pewangi jenis ini biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, di antaranya isoparafin, diethyl phtalate atau campurannya.

Sementara jenis pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limonene, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimene, dan sebagainya.

Menurut Budi, bagi prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap kesehatan. Terutama pada mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi. Sayangnya, baru sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya terhadap manusia. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut. Ada pun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde dan methylchloroisothiozilinone. Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di pasaran.

Hindari Sinar Matahari

Secara kasat mata mungkin sulit untuk mengetahui mana pewangi yang aman dan mana yang berbahaya. Sebagai tindak pencegahannya, konsumen harus cerdik memilih pewangi dengan merek terdaftar/teregistrasi. Dengan demikian keamanannya minimal cukup terjamin di bawah lembaga pengawas/pemberi izin. Tentu saja demi keamanan konsumen, badan pengawas harus benar-benar mengontrol peredaran pewangi ini. Terlebih terhadap pewangi dengan kandungan zat-zat tertentu yang memang diketahui berisiko bagi kesehatan. Mengapa hal ini perlu ditekankan? Tak lain, tegas Budi, pihak produsen kerap tidak mau mencantumkan pada kemasan mengenai komposisi bahan-bahan dalam pewangi yang diproduksinya.

Padahal semestinya produsen pewangi menyadari pentingnya keamanan bagi konsumen. Produsen yang seperti ini tentu akan menggunakan zat-zat yang benar-benar sesuai dengan mengikuti aturan lembaga pengawas dan perizinan terkait, dalam hal ini BPOM/Depkes. Atau sekurang-kurangnya mengikuti apa yang ditetapkan lembaga Internasional IFRA. Dengan begitu, pewangi yang mereka produksi dan edarkan pastilah memiliki kompetensi terhadap zat pewangi yang diizinkan.

Untuk konsumen awam, Budi menganjurkan agar senantiasa cermat membaca label atau registrasi produk. Selain itu, gunakan pewangi seperlunya saja sesuai kebutuhan. Menggunakannya pun jangan berlebihan sambil selalu mengedepankan kehati-hatian dalam memilih produk. Jangan lupa untuk menyimpannya jauh dari jangkauan anak-anak, terutama balita. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan, hindari produk pewangi dari kontak langsung dengan sinar matahari guna mencegah terjadinya perubahan kimiawi. Itulah mengapa hindari area yang langsung terpapar sinar matahari sebagai tempat penyimpanan pengharum.

Ganggu Pertumbuhan Janin

Pewangi dapat saja memicu gangguan pernapasan ataupun asma, sakit kepala hingga kemungkinan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Tapi hal ini akan terjadi jika memakai zat pewangi yang sudah dilarang penggunaannya sebagaimana yang direkomendasikan.

Hindari Pemakaian Kamper dari Kebutuhan Bayi

Menurut Budi, berdasarkan hasil studi terdahulu (WHO), jika zat kamper (naftalen) kontak langsung pada bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dan paparannya sering serta berlebihan dalam penggunaaannya, dapat menyebabkan peningkatan kadar billirubin dalam darah yang dapat mengganggu sistem saraf pusat.

Lebih Aman "si Penyerap"

Sebenarnya, tegas Budiawan, asalkan komponen zatnya sesuai fungsinya, maka antibau sebenarnya sudah memadai untuk dimanfaatkan. Antibau ini biasa kita lantaran kemampuannya menyerap bau dan kelembapan udara di kamar, mobil, maupun kulkas. Pada prinsipnya, zat antibau bekerja dengan cara menyerap zat-zat penyebab bau dan kandungan air di dalam udara. Kandungan zat antibau ini biasanya berupa karbon aktif, silika gel atau bahan sejenis polimer dan kadang ditambahkan pula zat pewangi. Itulah sebabnya, dilihat dari segi keamanannya, produk jenis ini lebih aman daripada pengharum/pewangi.

"Produk ini mekanisme kerjanya hanya menyerap. Sedangkan pewangi mekanisme kerja zatnya melepaskan zat pewangi." Hanya saja agar penggunaannya efektif, perhatikan benar masa pakainya. Soalnya, zat antibau bekerja berdasarkan penyerapan dan memiliki kapasitas terbatas. Artinya, bisa mencapai tingkat kejenuhan.

Beberapa produk memberi indikator khusus tanda sudah jenuh. Misalnya ada perubahan warna dari warna asalnya atau menunjukkan indikasi lainnya. Jika sudah jenuh mau tidak mau harus diganti. Meski tidak tertutup kemungkinan ada beberapa produk zat penyerap yang tetap masih bisa digunakan sekalipun sudah jenuh. Caranya? Lebih dulu dengan mengaktifkannya kembali lewat pemanasan oven dengan suhu mencapai sekitar 105 derajat Celcius hingga kembali ke keadaan semula. (Gazali Solahuddin/Tabloid Nakita)

| posted in | 0 comments [ More ]

Tiga Sungai di Yogyakarta Berpotensi Meluap

Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Yogyakarta mulai memberi sosialisasi banjir di bantaran sekitar sungai yang berpontensi meluap. Tiga sungai itu adalah Kali Code, Winongo, dan Gajahwong. Saat ini, daerah bantaran di sekitar tiga sungai besar itu dihuni ratusan hingga ribuan penduduk.

"Memasuki musim hujan ini kami sudah mulai adakan sosialisasi pada masyarakat, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi banjir," tutur Kepala Kantor Penanggulangan, Bencana, dan Perlindungan Masyarakat Kota Yogyakarta Sudarsono di Yogyakarta, Senin (7/12).

Menurut Sudarsono, permasalahan pencegahan banjir di daerah sekitar sungai adalah sebagian masyarakat masih menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan. Hal ini sulit dikontrol karena sampah bisa dibuang dari daerah lain yang dilalui aliran sungai. Untuk mencegahnya, pembersihan sungai dilakukan menjelang musim hujan. Upaya ini sangat terbantu oleh adanya komunitas-komunitas peduli sungai.

Peneliti Banjir dan Daerah Aliran Sungai dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono mengatakan, tiga hal yang harus dimiliki saat banjir adalah senter, tangga, dan tali. "Siapkan senter paling tidak satu orang satu karena saat banjir biasanya listrik mati. Itu bahaya sekali," katanya.

Agus juga memperingatkan agar ibu-ibu dan remaja putri di daerah rawan banjir tidak mengenakan rok, kain, atau daster di malam hari. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mereka menyelamatkan diri saat banjir datang. (kompas)

| posted in | 0 comments [ More ]

Rozalina, Meski Datang Telat - Tetap Semangat

Sedikitnya 40 anak-anak SMA dan SMK di Batam mengikuti program workshop blogger oleh Yayasan Sepuluh November di Laboratorium Teknik Politeknik Batam, Sabtu (28/11). Anak-anak SMA dan SMK yang terdiri dari semua kelas tampak khidmat mengikuti ceramah yang disampaikan oleh Rizal Safani, instruktur.

Meski pelatihan yang dibatasi cuma 30 orang, dalam pelaksanaannya peserta uang hadir lebih dari 30 orang. Sebagian mereka yang tidak kebagian komputer dari panitia, mereka membawa laptop sendiri- sendiri. Nyanwar Eko Pribadi selaku ketua panitia Workshop, mengatakan bahwa acara ini bertujuan agar siswa/siswi SMA dan SMK di Batam terbiasa dengan dunia tulis menulis di dunia maya.

"Dalam workshop yang digelar di Ruang Laboratorium Politeknik Batam, acara di mulai dari registrasi peserta, pembukaan, solat, istirahat, makan siang, dan acara terakhir ramah tamah. Selanjutnya dalam workshop ini para pelajar diperkenalkan tentang membuat blog melalui Wordpress beserta cara mengoperasikan Wordpress," ujarnya kepada MBC News.

Selanjutnya dalam acara inti peserta diharapkan bisa membuat blog melalui hosting (overview and optional). Begitu juga dengan tips menulis dan manajemen blog, meliputi filosofi menulis blog, membuat kategori, top post, archieve, blogroll, dan beberapa tips membuat Search Engine Optimization (SEO) yang baik.

Beberapa peserta secara serentak mengikuti acara workshop tersebut. Di dalam pelatihan setiap peserta mendapatkan komputer satu per satu. Sehingga antusias peserta semakin terlihat serius. Rozalina, salah satu peserta workshop terlihat sangat serius menyimak pemateri dan jemarinya terlihat sibuk memainkan keyboard komputer yang berada didepannya.

Begitu juga dengan peserta lain seperti Nining Indira, Indah Nurjanah, Tiara Yulfina, Dwi Ary Wibowo, Oki Safitri Febriani, Diandra Jenar R, Yuliandini Pangestika, Devina Prahasanti Putri, M Hery Nur Alamsyah, Randita Prihandani, Conny Natalia, Tony Arianto, Yuliana, Herzza Rahmadhani, Ragil Putri Adithya N, Nikita Claudia Elizabeth, Rico Ananda Putra Inaray, Danang Yanuarianto, Rozalina, Dedi Ompu Sunggu, Andri Ari Pratama, Wenni Anestasia, dan Yuliani Sari begitu semangat mengikuti arahan dari pemateri.

Menurut M Tibiyani, selaku ketua Yayasan Sepuluh Nopember Kepri mengatakan bahwa setelah peserta mengikuti kompetisi ini akan diseleksi. Mereka yang menjadi juara akan mendapatkan beasiswa. Selain itu ia mengatakan harapan dari acara ini adalah pengenalan alumni ITS di Kepri bisa lebih membumi. Mau mengunjungi blognya? Silakan klik ke Rozalina. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Jatuh Bangun Pemilik Warung Ayam Kriuk

PRIA berkacamata minus terkekeh-kekeh saat memulai kisah hidupnya sebelum meraih kesuksesan seperti sekarang. Ia mengaku tiba di Batam bersama istrinya, dengan hanya tersisa Rp 50 ribu dalam saku.

Saat itu ia mengalami kebangkrutan hebat dari sisa-sisa berjualan cabai di Tanjungpinang. Sembari mengeluarkan sebatang rokok lalu dihisap dalam-dalam, Gus Pur pun melanjutkan cerita.

“Saya pernah jadi suplier perusahaan ternama di Solo. Saya sempat hidup mewah. Tapi saat krisis tahun 2003, saya terkena imbas. Banyak pelanggan yang nunggak sehingga menjadi tanggungan saya,” kenang dia, beberapa waktu lalu.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan harus menjual harta untuk melunasi tunggakan tersebut. Setelah beberapa lama, berdasarkan saran seorang temannya di Yogyakarta, Gus Pur akhirnya berdagang cabai di Tanjungpinang di tahun 2006. Sekitar lima bulan di Tanjungpinang, ia sudah memiliki puluhan relasi dan bisa membangung jaringan bisnis cabai dengan omzet puluhan kwintal. Usaha yang ia rintis bersama isterinya tersebut sempat bisa membantu kebutuhan keluarga di kampungnya.

Namun di akhir tahun, pasokan cabai darinya diboikot oleh para pembeli dan pedagang lainnya. Semua cabai yang dipasok tidak diambil sedikit pun oleh para pembeli dan pedagang di sana. Total kerugian saat itu mencapai Rp 40 juta sehingga membuat ia bangkrut.

“Saya sangat sedih, tidak menyangka saat itu pasokan cabai dari saya diboikot. Semuanya menolak supali cabai dari saya,” ingatnya.

“Saya beli dua tiket ke Batam. Waktu itu uang saya tinggal Rp 50 ribu. Semuanya habis tiada sisa,” tambah dia.

Sesampainya di Batam, ia mondok di sebuah pesantren di daerah Nongsa. Selama di pemondokan, ia mengalami depresi yang berat. Rambutnya pun dicukur gundul. Hampir satu bulan di tempat pemondokan ia bersama isterinya hanya makan dan tidur. Ia tidak bekerja. Hanya salat dan berdoa.

Seorang Kyai akhirnya menasehati Gus Pur dan isterinya. Semangatnya tergugah lagi dan pelan-pelan ia mulai membaur dengan masyarakat sekitar.

Akhirnya isterinya mendapatkan pekerjaan sebagai tukang cuci pakaian. Sedangkan ia menjadi kuli bangunan. Hingga tiga bulan, mereka pun mencari kontrakan di Taman Raya.

Mendapat modal sedikit, Gus Pur dan istrinya berjualan makanan. Padahal istrinya bukan jago masak namun setelah beberapa kali mencoba dan belajar, masakannya diminati warga sekitar. “Waktu itu saya dan isteri masih bekerja serabutan. Jualan hanya malam hari saja Mas,” ujarnya.

Hingga suatu saat ada seorang pembeli mengajak kerjasama. Tanpa basa-basi ia pun menerima tawaran tersebut.

Beberapa bulan kemudian, usaha yang ia kelola bersama isterinya langsung melejit. Lagi-lagi Gus Pur dihadapkan pada masalah yang berat, kawan yang mengajak kerjasama menarik semua sahamnya.

Ia sempat dituduh melakukan penggelapan aset milik kawannya. Sampai-sampai kawan tersebut menyewa pengacara dan menuntutnya. Ia sempat juga menyewa pengacara namun akhirnya memilih mengalah dan merelakan semuanya pada rekannya tersebut.

Ia pun memulai usaha sendiri dan terus bekerja tanpa bantuan siapa pun kecuali isterinya. Selama sembilan bulan secara tekun, ia sudah bisa memiliki mobil, sepeda motor, lima karyawan, dan bisa membeli sebuah rumah seharga Rp 55 juta di sekitar Taman Raya.

“Saya berprinsip, akhir itu adalah sebuah permulaan yang baik. Ikhlas dan pasrah pasti akan dicukupi oleh Allah” tutupnya. Alamat website Gus Pur klik saja ke Ayam Kriuk. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Alhamdulillah Ka'bah tak Terendam

Banjir di Makkah pada Rabu (25/11) ternyata memakan korban hingga 48 orang. Beruntung jemaah haji asal embarkasi Batam baik-baik saja.

Fathul Jannah, jamaah asal Kepri ketika dihubungi, mengatakan, jalan-jalan utama dan di tempat lain dalam kota macet. Namun Rabu malam setelah hujan berhenti dan banjir surut, aktivitas bisa berjalan normal.

“Saat hujan turun kami sedang berada di pemondokan. Sekitar jam 11.50 waktu Arab Saudi. Hujannya sangat deras. Namun tidak lama hujan berhenti. Setelah hujan reda kami berangkat dengan menaiki bus. Terlihat dari bus genangan air sekitar 30 centimeter,” ungkapnya kepada Tribun, Kamis (26/11) malam.

Kendati diguyur hujan, tidak menyurutkan niat umat muslim untuk menjalankan wukuf di Arafah. “Alhamdulillah Masjidil Haram dan Kakbah bebas dari genangan air lantaran petugas cepat melakukan antisipasi. Banjir di sini berbeda dengan di Indonesia,” tutupnya.

Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Erizal Abdullah mengatakan, hujan tidak menghalangi jemaah haji asal Batam.

Begitu juga dengan semua jemaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Batam tidak mengalami gangguan.

“Hujannya Rabu (25/11) kemarin menjelang waktu salat lohor. Alhamdulillah sampai saat ini jemaah kita tidak ada yang mengalami masalah atau kendala-kendala dalam melaksanakan ibadah haji. Cuma tenda-tenda khusus jemaah dan karpetnya agak sedikit basah,” ujarnya.

Drainase buruk Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majid memerintahkan pembentukan pusat kontrol darurat (operation centre) untuk memonitor perkembangan terakhir dampak bencana alam tersebut.
Curah hujan mencapai 70 mili meter yang melanda kota Jeddah sekitar dua jam lebih, hampir mendekati jumlah dua pertiga tingkat curah hujan di negara itu sepanjang tahun.

Di Distrik Abraq Al-Raghama sejumlah warga naik ke atap-atap rumah mereka untuk menghindari banjir. Sementara sistem drainase di seluruh bagian kota tidak mampu menahan beban luapan air yang di luar kelaziman itu.

Unit pertahanan sipil kota Jeddah mengerahkan perahu-perahu karet untuk menolong warga yang masih berada di atap rumah, sementara helikopter mengawasi dan memantau dari udara.

Puluhan mobil hanyut di ruas jalan raya Jeddah- Mekkah - Padang Arafah antara lain di distrik Sulaimaniah, sekitar 11 Km di luar kota Jeddah karena ruas jalan yang menuju Jeddah itu berubah jadi sungai dengan aliran deras yang menghanyutkan kendaraan yang sedang melintas di atasnya.

Ribuan kendaraan, sebagian besar mengangkut calon jemaah haji menuju Padang Arafah terperangkap kemacetan lalu lintas sehingga sebagian balik ke Jeddah dan sebagian lagi mencari jalan memutar hingga memerlukan sekitar tujuh sampai delapan jam dari Jeddah ke Mekah atau Padang Arafah yang hanya berjarak sekitar 70 Km.

Beberapa distrik di kota Jeddah juga mengalami pemadaman listrik, baru malam hari sebagian mulai menyala lagi. Anak-anak ABG tampak menikmati kejadian langka tersebut, dengan berteriak-teriak kegirangan dengan menjulurkan badannya di pintu-pintu kendaraan atau sengaja mengemudikan kendaraannya dengan ugal-ugalan saat meliwati genangan air, sehingga ada juga yang mesin kendarannya mati karena terendam air atau memicu kecelakaan karena remnya “slip” akibat genangan air.(tia/ant)

| posted in | 0 comments [ More ]

Hias Mobil Jadi Masjid

Sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan menyambut Idhul Adha, Pemko Batam mengadakan pawai takbiran, Kamis (26/11) malam. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa peserta pawai berkendaraan hias dari sembilan kecamatan.

Dari dua belas kecamatan yang direncanakan hadir, malam ini hanya sembilan kecamatan. Kecamatan Belakangpadang, Barelang, dan Galang tidak bisa ikut hadir.

Setiap peserta pawai dari masing-masing kecamatan menghias kendaraan roda empat dengan beraneka ragam bentuk dan kreasi. Diantaranya dengan menghias belakang bak mobil dengan miniatur masjid, beduk, dan pengeras suara.

Pawai takbiran ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan dikomandani oleh Kasatlantas Poltabes Barelang Kompol Eko Kurniawan. Turut hadir dalam acara ini Wali Kota Ahmad Dahlan, Ketua DPRD Surya Sardi, Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaya, dan unsur Muspida lainnya.

Mereka memberikan apresiasi yang baik kepada para peserta malam itu. Para peserta lomba pawai takbir dilepas di depan Masjid Raya oleh Wali Kota Ahmad Dahlan dan unsur Muspida.

Rute yang ditempuh peserta pawai dimulai dari Simpang Kabil, Simpang Jam, Baloi Centre, Tanjunguma, Simpang Nan Tongga, depan Polsek Batuampar, Seraya atas, Ramako, Patung Kuda, Sei Panas dan kembali finish di Masjid Raya. Panjang rute yang ditempuh pawai takbir sekitar 50 kilometer.

Dalam pelepasan ini, Wali Kota Ahmad Dahlan tidak memberikan sambutan. Sementara Kabag Humas Pemko, Yusfa Hendri, mengatakan sepeda motor roda dua dilarang mengikuti pawai dengan alasan takut terjadi kecelakaan. Sehingga hanya roda empat yang ikut pawai.

Acara pawai takbiran malam itu berjalan dengan tertib dan meriah karena peserta menampilkan mobil yang mengikuti lomba dengan menghias berbagai tema seperti kapal hias, taman hias, masjid yang dihiasi lampu warna-warni, serta takbir dan gendang salawat sepanjang jalan.

Rencananya Wali Kota akan salat Idul Adha di Masjid Raya Batam dan menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Jumat (27/11) hari ini. Wali Kota juga akan mengunjungi Tribun pukul 10.00 WIB untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Belajar Ngeblog

Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini mendorong kita harus berfikir progresif dan inovatif. Jika Anda belum tau dan mengerti internet, sudah saatnya Anda berpindah dari ketidaktahuan menuju kecanggihan, dari keterbelakangan menuju kesuksesan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru, karena ilmu dan teknologi terus berkembang seiring perkembangan zaman.

Perkembangan teknologi mutakhir saat ini adalah meningkatnya pengguna internet (internet user). Banyak kesuksesan dan penghasilan yang tidak terduga diraih melalui internet. Dengan sistem jaringan (networking) yang sudah diatur, diolah, dikemas secara baik, legal dan bertanggung jawab maka para pengguna internet (internet user) lebih mudah menjangkau dan mengenali bisnis yang sedang kita jalankan saat ini walau mereka tidak berhadapan langsung dengan kita secara langsung (face to face).

Situs/website/homepage/URL/address online adalah sekumpulan file-file terformat yang sudah dibuat dan disusun secara rapi untuk memberikan informasi tentang penjualan prodak barang, jasa, iklan online atau beragam informasi lainnya yang padat, jelas, informatif, akurat dan terpercaya melalui internet.

Seberapa pentingkah website/situs buat usaha Anda? Survei membuktikan bahwa website/situs sangat menunjang keberhasilan Anda dalam menginformasikan semua jenis usaha Anda melalui sistem bisnis jaringan online. Sudah terbukti bahwa dengan memiliki website/situs, usaha yang akan Anda kembangkan atau sedang dijalankan saat ini bisa maksimal dan akan meningkatkan omzet penjualan secara pesat.

Saya menawarkan kepada Anda untuk jasa pembuatan website (termasuk domain dan hosting). Jika Anda memiliki usaha perdagangan atau usaha-usaha yang lainnya dan ingin cepat dikenal secara luas di seluruh dunia, maka pilihan dan solusi yang paling tepat adalah dengan memiliki website sendiri. Dengan harga website yang sangat variatif, di dukung tim kreatif yang handal, server online 24 jam non-stop, luasnya jaringan (networking) kami, insya allah dapat membantu usaha dan bisnis Anda bisa lebih familiar dan segera terkenal di seluruh dunia dalam hitungan jam bahkan menit.

Atau bagi kawan-kawan Magelang di Batam yang ingin belajar ngeblog, silakan menghubungi saya. Anda harus berpindah dari impotensi menjadi potensi, dapatkan momentum yang luar biasa ini dengan memiliki website sendiri. Success is important but website is more success.

Salam sukses,
Jubron Fahirro

| posted in | 0 comments [ More ]

Kurban Hewan atau Kurban Perasaan?

Bersempena dengan hari raya 'Idul Adha yang disebut juga dengan 'Idul Qurban, dimana-mana umat Islam melakukan sebuah kegiatan ritual yaitu menyembelih hewan qurban setelah selesai hari raya 'Idul Adha hingga selesai hari tasyrik yaitu 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Tidak ditemui dalil yang menganjurkan menyembelih hewan qurban yang dilaksanakan bersama oleh tiga orang dengan menyembelih seekor kambing dan sejenisnya, dan tujuh orang menyembelih seekor sapi dan sejenisnya. Entah demikian ini bersifat ijtihad tidaklah kita terlalu bertele-tele menyelidikinya tetapi yang jelas pelaksanaan qurban senantiasa dilaksanakan oleh umat Islam khususnya orang yang berkemampuan, kapan dan dimana saja.

Qurban lebih identik dengan keseharian bangsa kita yang sering menyebut dengan "Kurban", tetapi makna antara kedua kata tersebut berbeda dalam bahasa mau pun definisinya. Kurban diartikan sebagai melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, mengerahkan tenaga dan fikiran demi kemaslahatan, membantu memberikan jasa kepada manusia dengan sebaik-baiknya. Sedangkan qurban terambil dari kata "Qaraba - Yaqribu - Qurban" yang artinya dekat, mendekat, dan kedekatan.

Maksudnya adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, dalam hal ini salat, zakat, puasa, dan termasuk menyembelih hewan juga dianalogikan sebagai ritual dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Sejarah bermula ketika nabi Ibrahim 'alaihis salam diperintahkan oleh Allah menyembelih putranya Ismail 'alaihis salam. Sebagai manusia beliau Ibrahim 'alaihis salam tidak akan luput oleh tipu daya duniawi yang di dalamnya ada istri yang dicintai, anak yang disayangi, harta benda yang dikhawatirkan kehilangannya, semua itu hanya akan menghalangi ibadah kepada Allah ta'ala.

Memang demikian, bahwa kesibukan mengurus dan mengawasi segala harta benda dan urusan sosial lainnya akan menghalangi ibadah kepada Allah, paling tidak seseorang akan terlambat dalam salat berjamaah dan paling kecil dari itu seseorang akan melambat-lambatkan waktu salatnya. Sungguh pun kelalaian demikian kecil ini, tetapi bagi orang-orang shaleh ini adalah kelalaian.

Nah, kelalaian dalam hal ini disebabkan karena apa? Sudah tentu, itulah kesibukan duniawi. Orang saleh sudah memandang sebagai sebuah kelalaian, yang kelalaian itu bila dikaitkan dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Munafiqun 9-11)

Telah jelas nas dari Allah di atas maka semua orang yang lalai dari mengingat Allah tercantum sebagai orang-orang yang rugi, entah orang awam, orang saleh, juga para nabi. Apabila lalai maka rugilah ia. Bandingkan saja dengan seorang saleh diawal Islam, yang merasa tidak khusyu' melaksanakan salat lantaran ketika salat itu dia selalu mengawasi seorang pencuri yang tengah mengincar harta bendanya.

Karena merasa tidak khusyu', maka setelah selesai salat orang saleh itu lalu memanggil pencuri itu, "Hai Fulan kemarilah engkau". Setelah pencuri itu datang kehadapannya maka orang saleh itu berkata "Aku telah terhalang rasa khusyu' dalam salat karena mengawasi engkau jangan sampai engkau mengambil harta bendaku, karena itu aku serahkan semua ini kepadamu. Sebab mungkin engkau lebih membutuhkan".

Lalu diserahkannya harta benda itu kepada si pencuri. Ada lagi orang saleh diawal Islam, ketika mendirikan salat di kebunnya, dia terhalang khusyu'-nya karena sebentar terpesona memandang buah kurma yang lagi sarat berbuah. Merasa tidak khusyu' itu maka selesai salat orang saleh itu menemui Nabi Muhammad dan menyerahkan kebunnya itu untuk dakwah perjuangan Islam.

Dua kisah di atas adalah sedikit dari visualisasi betapa orang-orang saleh dalam tawajjuh-nya kepada Allah, apalagi para Nabi dan Rasul sebagaimana yang kita profilkan pada tulisan ini, yaitu nabi Ibrahim 'alaihis salam. Iman dari orang-orang awam bila dibandingkan dengan orang-orang saleh jauh bedanya antara langit dan bumi, demikian juga iman orang saleh dibandingkan dengan para nabi.

Semakin tinggi maqam seseorang dihadapan Allah maka semakin tinggi perhatiannya dalam menjaga hal-hal yang menggelincirkan iman. Dalam hal ini sering disebut olah para ahli tassawuf sebagai "Wara". Orang awam mengartikan lalai dalam hal sibuk mengurus duniawi sehingga tidak mendirikan salat, orang shaleh mengartikan lalai dalam hal tidak tepat waktu, orang yang lebih saleh lagi mengartikan lalai dalam hal tidak khusyu'.

Bila ditinjau dari tingkat kesempurnaan dalam hal menjaga diri dari kelalaian, tentu lebih sempurna adalah orang yang lebih tinggi kesalehannya ini. Bila kelalaian yang dijaganya adalah sesuatu yang membuat tidak khusyu', maka kelalaian yang lebih rendah dibawahnya tentu tidak akan terjadi padanya. Sebaliknya orang yang hanya menjaga kelalaian pada taraf yang rendah, maka kelalaian yang lebih diatasnya dia tidak akan bisa menjangkaunya. Dia pasti melanggarnya.

Sungguh pun seseorang tidak terhalang mengurus harta bendanya dengan tetap teguh menjaga waktu salatnya tetapi kecintaan kepada harta benda, dan muatan duniawi lainnya pasti saja terbagi. Demikian ini mungkin saja ada dalam diri Ibrahim 'alaihis salam, sehingga Allah tidak suka akan kecendrungan seperti ini.

Atau sangat boleh jadi bahwa cintanya nabi Ibrahim kepada Allah tidak berbelah bagi, tetapi Allah ingin menguji keimanannya, maka penyembelihan terhadap nabi Ismail adalah perwujudan pengorbanan terbesar yang nabi Ibrahim lakukan.

Konon dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Ibrahim 'alaihis salam pernah menyembelih 1000 ekor unta. Orang pun tercengang menyaksikan kebaktian yang agung itu kepada Allah. Lalu tidak disadari, Ibrahim pun berkata pada mereka, "Jangankan unta, kalau aku punya anak lalu Allah menghendaki agar menyembelih (kurban) dengan anak, pasti akan aku lakukan".

Ucapan ini terjadi ketika nabi Ibrahim 'alaihis salam belum punya anak. Apakah benar kalau saatnya nanti ketika dia telah punya anak? Lama sudah nabi Ibrahim 'alaihis salam mendambakan punya keturunan yang akan meneruskan risalah perjuangan, mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi penyembahan berhala. Dambaan dan harapan itu belum juga terwujud, hingga usia beliau mencapai 80 tahun. Dalam usia yang sudah renta itu tiba-tiba saja diberikan keturunan oleh Allah, lahirlah anaknya yang diberi nama nabi Ismail.

Nah sebagaimana disebutkan di atas, sangat boleh jadi bahwa Allah ingin menguji keimanan nabi Ibrahim antara kecintaan kepada Allah dan kepada anaknya, dan ujian yang pertama datang ketika Ismail masih bayi. Allah menghendaki agar nabi Ibrahim mengasingkan anak dan istrinya ditempat yang jauh, di dekat rumah suci-Nya Kakbah baitullah.

Dengan tanpa sangsi dan ragu nabi Ibrahim membawa anak dan istrinya, ditempatkannya di lingkungan yang asing, hanya dihuni oleh binatang liar dan semak belukar dan batu cadas yang runcing dam tajam.
Belum cukup ujian itu, sungguhpun jauh dari anak dan istrinya, tetapi dalam hati pasti teringat oleh Ibrahim bahwa dibalik bebukitan, nun jauh disana ada anak dan istrinya, maka sekali lagi ujian itu datang kepadanya.

Ketika Ismail sudah beranjak dewasa Ibrahim diperintahkan untuk menyembelihnya. Ujian ini pun dilaksanakan oleh Ibrahim, yang dalam riwayat datanglah Iblis laknatullah `alaih menghalang-halang beliau. Iblis mengadakan petualangan sampai tiga kali dan Ibrahim menolak tipu daya iblis dengan melemparinya sampai tiga kali, sebagaimana diabadikan dalam manasik haji yaitu melempar jumrah ula, wustha' dan aqabah.

Luluslah Ibrahim, Sitti Hajar istrinya dan Ismail anaknya. Keluarga Ibrahim ini lalu diabadikan dalam Alquran seabagai contoh teladan bagi orang-orang beriman. "Sungguh di dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya adalah contoh teladan yang baik bagi kamu."

Maka selanjutnya qurban diwujudkan dengan menyembelih hewan sebagai tradisi hari raya 'Idul Adha, oleh umat Islam sepanjang masa. Dibalik dari kisah Ibrahim dan keluarganya ini bisa diambil hikmahnya bahwa tidaklah beliau Ibrahim 'alaihis salam dan keluarganya melakukan kurban dengan menyembelih hewan, sebab hewan dalam hal ini qibas dalam kebanyakan kisah adalah baru didatang belakangan oleh Allah untuk mengganti penyembelihan keatas Ismail 'alaihis salam.

Maka qurban yang dilakukan oleh beliau nabi Ibrahim dan keluarganya yang paling awal dan yang paling tinggi adalah ketertundukan kepada perintah Allah, berserah diri, pasrah atas kehendak Allah yang menghendaki sesuatu yang paling dicintai oleh Ibrahim dan Siti Hajar, yaitu Ismail. Sedangkan qurban bagi Ismail adalah rela berpisah dengan ayah bundanya yang paling ia cintai, rela menyerahkan masa depannya sebagai generasi muda.

Qurban dengan ciri ketertundukan, pasrah dan berserah diri seperti ini lalu dinyatakan lulus oleh Allah dan kemudian penyembelihan pun diganti dengan seekor qibas dari syurga. Ihwal berkurban dari keluarga Ibrahim seperti ini barangkali telah dilupakan oleh kaum muslimin, yang pada masa belakangan ini telah terkontaminas oleh persepsi kurban dengan menyembelih hewan belaka, sehingga terkesan bahwa kurban hanya bisa dilakukan oleh orang yang mampu.

Lambang kemampuan itu lalu ditampilkan dalam kemampuan dalam publikasi di media massa, dalam tampilan dzahiriyah membawa hewan kurban ke tengah masyarakat, yang apabila kurang semarak dalam antusiame untuk suatu momen kemasyhuran, dan lain-lain. Maka kurban pun semakin sepi. Sebagaimana sering terjadi dalam pertuturan "Loh, kok kurban tahun ini sepi?" Orang disebelah ini lalu menjawab "Ya tahun lalu semarak kurban dimana-mana karena ada momen ini, momen itu".

Ada pun orang yang tidak mampu terkesan dipinggirkan, dan lebih ironi terkesan meruntuhkan harga diri. Coba perhatikan ihwalnya kaum muslimin yang datang ke tempat pemotongan hewan kurban. Saling dorong mendorong, berebut-rebutan, berdesak-desakan, yang apabila tidak terkontrol emosi bahkan berantem.

Kurban yang semulanya adalah ketertundukan dan kepasrahan berubah nuansanya, saling mengomel, marah, mencaci-maki baik antara sesama penerima mau pun antara penerima dengan panitita, dan lain-lain. Kurban yang semulanya adalah momen penyembelihan nafsu hewani, yang didalamnya rakus, buas, ganas yang justru harus disembelih, berubah menjadi keserakahan dan mempertinggi hawa nafsu.

Ya, sekurang-kurangnya nafsu mendapatkan daging kurban. Disatu sisi penyumbang hewan lebih cenderung pada tampilan dzahiriyah (seremonial), pada sisi lain penerima dan pengelola (panitia) cendrung komersial dan hawa nafsu. Maaf, kalau tidak ada niat seperti itu maka patut kita syukuri tetapi kalau ada salah niat, kita semua berkewajiban memperbaiki.

Kurban dalam kondisi seperti ini belum menyeluruh dalam tatanan kita, yang terkesan hanya bisa dilakukan oleh orang yang mampu sedangkan yang tidak mampu terkesan di lecehkan dengan hanya 1 kilogram daging berdesak-desakan, mengomel kiri kanan.

Maaf, bukan merendahkan tetapi demi meluruskan kesan kurban kita selama ini. Alangkah eloknya kalau golongan yang tidak mampu itu diinventaris oleh panitia kurban lalu di distribusikan ke tempat-tempat yang terdapat golongan yang berhak menerima. Cara seperti ini lebih terormat dan lebih tertib.

Bahkan mungkin saja cara seperti ini lebih menghargai orang yang tak mampu, tidak kepanasan, berdesak-desakan, mereka senantiasa ada di rumahnya lalu dihantarkan daging kurban oleh panitia, bukan mereka harus datang layaknya pengemis daging.

Allah sendiri tidak menerima darah dan daging kurban itu melainkan takwa dalam pelaksanaan kita (QS.22:37), mengapa kita mengotori daging kita dengan niat dan cara pelaksanaannya, dan juga penerimaan yang tidak betul? (Abdul Razak - Staf Ibadah Masjid Raya Batam)

| posted in | 0 comments [ More ]

Acara Halal Bihalal di Perumahan Genta

















Batuaji, MBCNews - Sedikitnya 200 warga perantau dari Magelang yang berada di Batam mengadakan Halal bihalal, Sabtu, (18/10). Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus dan warga Magelang ini berlangsung secara khidmat.

Dalam acara halal bihala ini ada beberapa agenda yang dibahas seperti masalah keanggotaan, kartu tanda anggota (KTA), pertemuan, belajar chatting dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Hadir dalam kesempatan ini beberapa sesepuh MBC seperti Muhammad Fahmi Muhdor, Anas, Usman Saleh, dan beberapa tokoh Magelang lainnya.

Magelang Batam Community (MBC) ini sedikitnya telah melakukan serangkaian kegiatan sosial, seperti mengunjungi kawan yang sakit, wisata di akhir pekan dan lain-lainnya. (Jubron Fahirro)

| posted in | 0 comments [ More ]

Ibu Rela Diperkosa Demi Melindungi Anak Gadisnya

MALANG, KOMPAS.com - Demi menyelamatkan anak gadisnya yang akan diperkosa tiga pencuri yang menyatroni rumahnya, seorang ibu dengan terpaksa menyediakan diri sebagai penggantinya.

Berkat perlindungan ibunya itu, anak gadisnya yang baru kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs/setingkat SMP) selamat dari perbuatan bejat tiga penjahat tersebut.

Ibu malang itu adalah Wj, 44, warga Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Peristiwa yang membuat Wj trauma ini terjadi pada Kamis dini hari.

Sehabis memperkosa, pelaku merampas uang korban Rp 30.000 dan anting-anting anaknya senilai Rp 200.000. Mudahnya aksi pelaku itu karena suami Wj, yaitu Md, 46, sedang tak berada di rumah.

Petani penggarap lahan (pesanggem) milik Perhutani ini sedang menunggui tanamannya di pinggir hutan. Md baru tahu kejadian yang menimpa istrinya itu sepulang dari hutan pada Kamis pagi.

Namun demikian, Md tak bisa berbuat apa-apa karena para pelakunya tak diketahui identitasnya. Saat beraksi, ketiga pelaku memakai penutup wajah, termasuk ketika menggilir istrinya.

AKP M Gufron, Kapolsek Gedangan, membenarkan telah menerima pengaduan kasus itu. Namun petugas masih mendalami kasusnya karena identitas pelakunya tidak diketahui.

“Kami akan memeriksa korban dulu, sekalian melakukan olah TKP. Sebab, korban seperti ketakutan jika ditemui orang saat ini,” kata Gufron, Jumat (23/10).

Menurut informasi yang dihimpun Surya, meski kasus ini membuat Wj dan kedua anaknya traumatik, keluarga petani miskin itu tampaknya tak mau memperpanjang urusan dengan pihak berwajib.

Ketika ditawari petugas untuk divisumkan bekas perkosaannya ke dokter, misalnya, Wj menolak. Alasannya, keluarga Wj tidak memiliki biaya.

Kehidupan keluarga Wj selama ini memang jauh dari cukup. Jangankan untuk biaya visum, untuk makan setiap hari saja, harus kerja keras menjadi petani pesanggem, yang hasil panennya dibagi dengan Perhutani, pemilik lahan garapan.

Hasil penyelidikan petugas, pencurian yang terjadi di rumah Wj ini menunjukkan beberapa kejanggalan. Kecil kemungkinan bahwa niat pelaku hanyalah untuk mengincar harta benda korban.

Sebab, di rumah korban tak ada barang berharga yang bisa diambil. Karena itu, petugas menduga, anak gadis korban mungkin jadi sasaran utamanya, yakni sengaja akan diperkosa.

“Memang tidak mungkin kalau pelakunya hanya mengincar harta benda korban. Kondisi ekonomi keluarga korban pas-pasan. Semua tetangga tahu itu,” kata Suliadi, Kepala Desa (Kades) Giri Mulyo, Kecamatan Gedangan, Jumat.

Menurut Suliadi, berdasarkan cerita korban, para pelaku menyatroni rumah korban sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela, kemudian mendobrak pintu kamar korban.

Saat rumahnya didatangi tiga tamu tak diundang itu, Wj sedang terlelap tidur bersama dua anaknya. Satu anaknya sedang menginjak remaja, kelas 1 MTs, dan satu lagi masih balita.

Melihat pelaku yang memakai penutup wajah dan menghunus senjata tajam di tangannya, Wj dan anaknya ketakutan. Saat itu, suaminya sedang tak ada di rumah.

Begitu Wj dan kedua anaknya bangun, pelaku langsung menodongkan senjata tajamnya. Wj dan anaknya diminta agar tak berteriak jika ingin selamat.

Sikap pelaku mendadak berubah ketika melihat anak gadis korban. Pelaku langsung memegangi tubuh anak gadis itu dan minta agar bersedia melayani nafsunya.

Permintaan pelaku itu membuat Wj dan anaknya langsung menangis ketakutan. Tubuh anak gadisnya langsung gemetaran.

Melihat anak gadisnya mengalami ketakutan luar biasa, Wj tidak tega. Dia minta kepada pelaku agar anak gadisnya tak diperkosa.

Sebagai penggantinya, Wj dengan terpaksa siap menuruti permintaan pelaku. Wj kemudian diperkosa di kamarnya dengan lampu dimatikan, sedangkan kedua anaknya disuruh ke luar.

“Informasinya, ya seperti itu. Namun, kami nggak enak sendiri mau bertanya terlalu rinci. Kami kasihan padanya,” ujar Suliadi. (st12)

| posted in | 0 comments [ More ]